Balmon SFR Bengkulu Kunjungi ORARI Lokal Rejang Lebong, Ada Apa?

Pada hari Sabtu 2/12/2023 yang lalu, Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Bengkulu mengunjungi ORARI Lokal Rejang Lebong. Balmon SFR Bengkulu dipimpin oleh Rahmat Budiharto, S.E., M.Si bersama tim melakukan pertemuan dalam rangka koordinasi dengan organisasi pengguna frekuensi dalam hal ini ORARI Lokal Rejang Lebong.

Pada kesempatan tersebut hadir Pengurus ORARI Lokal Rejang Lebong antara lain Ketua ORLOK Zamzami Z, SE, MM – YB4PZ, Koordinator Club Station M. Sobri Alfikri, SE – YB4PSB, Sekretaris ORLOK Syahadi, S.Mn – YC4RWH dan M. Bambang Purnomo – YC4PCR sebagai Kabag Organisasi dan Keanggotaan.

Bertempat di Lesehan Pancur kawasan wisata Suban Air Panas, pertemuan dilaksanakan dengan baik meliputi rencana persiapan pelaksanaan UNAR Non-Reguler di Kota Curup pada tanggal 18 Februari 2024. Ketua ORLOK mengatakan bahwa ORLOK Rejang Lebong siap membantu pelaksanaan UNAR dan siap memfasilitasi dan mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya calon peserta UNAR yang ingin mengikuti UNAR (Ujian Negara Amatir Radio).

Dimana, UNAR sendiri adalah syarat bagi masyarakat yang ingin memiliki IAR (Izin Amatir Radio) sebagai salah satu syarat untuk dapat menggunaan frekuensi radio. “Harapannya kegiatan UNAR di Kota Curup dapat dibantu disosialisasikan kepada masyarakat calon peserta UNAR baik di wilayah Kabupaten Rejang Lebong maupun wilayah kabupaten sekitar seperti Kabupaten Kepahiang, Lebong, Musi Rawas, Kota Lubuklinggau, Lahat dan kabupaten di provinsi Jambi yang terdekat,” pungkas Rahmat Budiharto dalam paparannya.

“Anggota ORARI Rejang Lebong sampai Desember 2023 yang memiliki IAR Aktif sebanyak 130 orang, tersebar di 15 Kecamatan dalam wilayah hukum Kabupaten Rejang Lebong”, ujar Zamzami Z sebagai Ketua ORLOK Rejang Lebong, harapannya pengguna frekuensi radio dapat mengikuti IAR agar mendapat izin penggunaan frekuensi sesuai aturan yang ada.

Dalam pertemuan juga disampaikan agar pengguna frekuensi mentaati dan mematuhi aturan bandplan sesuai Permenkominfo nomor 18 tahun 2017 tentang Kegiatan Amatir Radio, dan menghindari pelanggaran frekuensi yang dapat membahayakan dan mengganggu pengguna frekuensi lain seperti komunikasi penerbangan, kebencanaan dan spektrum frekuensi lainnya. (4rwh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *